Wirid Basmalah dari Mbah Sholeh dan Syaikh Abdul Qodir AlJailani

3 min read

Wirid Basmalah adalah salah satu wiridan inti yang diajarkan para ulama. Mengapa ? Karena ia adalah kalimat pertama yang dikenalkan Allah dalam Al-Qur’an. Inilah salah satu penjelasannya.

Bismillahir rahmaanir rahiim

Wirid Basmalah adalah salah satu wirid yang paling utama. Keagungan dan fadhilah Basmalah pun sudah sangat masyhur di kalangan ulama, santri bahkan muslimin secara luas. Banyak ijazah dzikir Basmallah yang diwariskan para ulama kepada kita yang kesemuanya diambil dari samudera hikmah sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Gunung pun ikut bertasbih ketika orang membaca basmalah. Baca kisah kisah Basmalah yang luar biasa di : https://www.mqnaswa.com/syamail-muhammadiyah-1/  Bahkan setiap huruf basmalah memiliki makna yang sangat luar biasa. Baca di https://www.mqnaswa.com/makna-huruf-huruf-basmalah/

Seorang ibu ibu pengajian bercerita bahwa seorang Kiai sepuh di kampung kami dahulu memberi ijazah kepadanya untuk membaca wirid Basmalah. Setelah saya tanya berapa jumlahnya, ternyata sama persis dengan ijazah dari para ulama lainnya.

Misalnya dari sanad yang bermuara kepada Syaikh ‘Abdul Qadir Al Jailani, Kiai kiai di banyak pesantren, hingga dari Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dan lain lain.

Baca Kisah Karomah Syaikh Abdul Qodir di : https://www.mqnaswa.com/jin-yang-menculik-gadis-dan-jin-yang-mendorong-motor/ 

Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani berkata dalam Kitab Shalawat wal Awrad, Kitab ini berisi Shalawat-shalawat di wirid wirid yang disusun oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani untuk dibaca setiap hari. Maka ada shalawat hari senin, wirid hari senin, shalawat hari selasa dan wirid hari selasa, demikian setiap hari ada shalawat dan wirid tersendiri.

Dalam kitab tersebut, pada bab kekhususan do’a Basmalah beliau menulis :

“Jika engkau melazimkan (melanggengkan) hal ini (yakni wirid dan do’a Basmalah) setiap malam, maka engkau akan  ditulis termasuk dalam dewan para kekasih Allah (diwanul awliya).

Namamu akan termasuk dalam golongan orang yang beruntung dan berbahagia, dan do’amu akan diijabah sepanjang usia. Tidak akan engkau keluar dari dunia ini (wafat), sehingga engkau terlebih dahulu akan diperlihatkan syurga. Engkau memakan buahnya dan meminum airnya.

Maka jagalah. Demi Allah, ini adalah perniagaan yang sangat menguntungkan. Ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti kebenarannya.

Jika engkau tidak mampu bangun di sepertiga malam yang terakhir, maka lakukan wiridan dan do’anya antara sunnah qabliyah shubuh dan shalat shubuh (maksudnya setelah sunnah qabliyah shubuh, sebelum shalat shubuh).

Jika engkau tidak mampu pada waktu tersebut, maka lakukan wirid dan do’anya setelah shalat shubuh. Jika engkau masih tidak mampu pada waktu itu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu dan mintalah kelembutan Allah terhadap keadaanmu”

Jadi dapat dikatakan, basmalah ini adalah wiridan yang diijazahkan Kiai dari pelosok kampung di nusantara sampai dengan ulama al hafidz al musnid ahli hadits dari  Makkatul Mukarramah bahkan seorang yang sangat terkenal dengan sebutan Sulthanul Awliya (Raja nya para wali). Wirid basmalah dilakukan dari ulama kuno, sampai dengan ulama sekarang.

Hal ini jelas membuktikan perhatian para ulama-ush shalihin agar kita mendapat fadhilahnya yang tak terhingga dan agar kita tidak lepas dari kasih sayang (Rahman Rahimnya) Allah subhanahu wa ta’aalaa   di mana pun kita berada. (sayang, kita umumnya tidak istiqamah mengamalkannya).

Dalam kitab Minhajul Atqiya syarah Hidayatul Adzkiya ila Thariqil Awliya’ (hlm 11-12), Kiai Shaleh Darat beliau mengajarkan tata cara amalan Basmalah. Kiai Shaleh Darat adalah guru Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Ahmad Dahlan, RA Kartini dan lain lain.

Dalam kitab tersebut beliau menulis yang kurang lebih artinya:

“Berkata Sayidis Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani : “Jika kalian ingin sampai pada derajat “Kekasih Allah / Orang shalih”, maka bangunlah setiap sepertiga malam terakhir (yakni sekitar pukul 03 dini hari), kemudian bacalah “Bismillaahirrahmaanirrahiim” sebanyak hitungan jumlah hurufnya berdasarkan abjad (Abajadun)”. Kemudian bacalah shalawat Nabi sebanyak bilangan nama Muhammad, lalu berdo’alah kepada Allah Ta’ala, “Ya Allah, dengan hak Bismillahirrahmanirrahim jadikanlah hamba termasuk golongan hambaMu yang shalih”.

Berapakah hitungan huruf basmalah? Kiai Shaleh Darat dalam Kitab tersebut tidak menjelaskannya / memerincinya. Tapi jika kita menengok kebanyakan ijazah para ulama, maka yang dimaksud adalah 786 kali dengan perincian menurut Abajadun sebagai berikut :

Ba (2), Sin (60), Mim (40), Alif (1), Lam (30), Lam (30), Ha (5), Alif (1), Lam (30), Ro (200), Ha (8), Mim (40), Nun (50), Alif (1), Lam (30), Ro (200), Ha (8), Ya (10) dan Mim (40) = 786 kali.

Lalu berapakah hitungan nama Muhammad ? Kiai Shaleh Darat menjelaskan dalam kitab tersebut, yakni 132 kali. Jika kita melihat tabel Abajadun maka kita temukan : Mim (40), Ha (8), Mim (40), Mim (40) dan Dal (4) = 132 kali.

Adapun lafadz shalawat yang dibaca sebanyak 132 kali tersebut adalah :

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِهٖ صَلَاةَ أَهْلِ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرِضِ عَلَيْهِ وَأَجِزْ يَا رَبِّ لُطْفِكَ الخَفِيِّ فِى أَمْرِيْ

Allahumma sholli wasallim ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa aalih, sholaata ahlis samaawaati wal ardli ‘alaiih, wa-ajiz yaa robbi luthfikal khofiyy fii amrii

(Ya Allah limpahkanlah shalawat dalam atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau, juga limpahkanlah shalawatnya ahli langit dan bumi atas beliau, dan dengan berkah shalawat itu alirkanlah kelembutan rahasiaMu dalam urusan hamba)

Jadi, jika kita rinci / urutkan ijazah wirid Basmalah dari Kiai Shaleh Darat ini adalah sebagai berikut :

1. Membaca dzikir Basmalah sebanyak 786 kali

2. Membaca dzikir shalawat sebanyak 132 kali

3. Doa :

“Ya Allah, dengan hak Bismillahirrahmanirrahim jadikanlah hamba termasuk golongan hambaMu yang shalih”.

Baca Juga : https://www.mqnaswa.com/surat-waqiah-fadilah-dan-doanya/

Begitu besar perhatian Kiai Shaleh Darat kepada kita sehingga dengan terperinci beliau menjelaskan tata cara dzikirnya. Karena berharap kita (para santri yang membaca kitabnya) menjadi kekasih Allah/ menjadi orang shalih. Sungguh ini harapan yang sangat agung.

Hanya saja jika melihat diri ini, kita menyadari sangat jauh dari layak untuk mendapat derajat tersebut. Namun, setidaknya kita belajar mencintai amalan orang shaleh dengan harapan kita dimasukkan dalam golongan mereka sebagaimana dalam hadits, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia masuk dalam golongan kaum itu”.  Amiin amiin.

Insya Allah setelah wirid basmalah ini, berikutnya akan diposting do’a doa Basmalah yang diajarkan para ulama. Semoga Allah memudahkan dan meridloi. Amiin.

 

Wallahu A’lam

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin

Kertanegara, Ahad Pahing, 18 November 2018 M/ 10 Rabi’ul Awwal 1440 H (repost)

Ditulis pertama kali 03 Mei 2017 diposting di grup WA

Wawan Setiawan

Sumber :

  1. Minhajul Atqiya syarah Hidayatul Adzkiya ila Thariqil Awliya
  2. Syaikh Abdul Qadir Al-jailani, Shalawat wal Awrad

66 Replies to “Wirid Basmalah dari Mbah Sholeh dan Syaikh Abdul Qodir…”

    1. Wa’alaikumus salam,,,
      Mangga diamalkan saja, ijazahnya diambil dengan mengucap qobiltu (aku menerima ijazah wirid ini), semoga hasil maksud berkah manfaat,,,

  1. QOBILTU…..
    izin mengamalkan wirid Basmallah…
    Tahun 2004 lalu saya di mimpikan amalan ini…. Melihat Lafad *Bismillahirrohmanirrohim* diatas langit…. Namun belum tahu makna nya…. Alhamdulillah di blog ini Allah kasih saya hidayah ttng tata cara amalan Basmallah…..

  2. QOBILTU…..
    izin mengamalkan wirid Basmallah…
    Tahun 2004 lalu saya di mimpikan amalan ini…. Melihat Lafad *Bismillahirrohmanirrohim* diatas langit…. Namun belum tahu makna nya…. Alhamdulillah di blog ini Allah kasih saya hidayah ttng tata cara amalan Basmallah…..

  3. Assalamualaikum, abah Kyai..
    Sy Ahmad Haryono asal Lampung. Dengan penuh ta’dzim pada abah izin dan mohon restu saya ingin mengamalkan aurod basmallah dan sholawat jibril.
    Bismillahirrahmanirrahiem, Qobiltu an a’malaha bihadhihil aurod..
    Khususon ila man ajazani wa ajazahu al fatihah..
    Salam ta’dzim.

    1. Wa’alaikumus salaam,,, mangga,, muga berkah hasil maksud,,, maaf web saya terkena malware, baru buka dan baru bisa balas,,,

  4. Assalamualaikum..
    Abah Kyai yg saya ta’dzimi..
    Saya Ahmad Haryono dari kota Metro Lampung.
    Dengan memohon ridlo Allah, sy mohon izin dan restu abah untuk bisa mengamalkan aurod Basmalah dan Sholawat Jibril.

    Bismillahirrahmanirrahim, Qobiltu an a’malaha bi hadhihil aurod..

    Khususon ila man ajazani waajazahu al faatikhah..

    1. alhamdulillah, mangga,,, muga muga hasil maksud berkah,,,
      Maaf saya lama tidak buka web, baru balas njenengan,,, salam,,,

  5. qobiltu, izin mengamalkan .. semoga berkah dan lekas diijabah niat dan hajat saya… terima kasih banyak pa kyai…

  6. Assalamu’alaikum wr wb…
    Saya bkn ahli ibadah,, mhn ijin ngangsu disini & nanti akan saya jadikan Amalan.
    Namun, ijin sblmnya 🙏🙏🙏
    Bila kelak dikehidupan selanjutnya, ada pertanyaan …
    “dimana kamu berguru …”
    “Siapa Nama gurumu…”
    Saya harus jawab apa ???
    Mhn maaf & mtrnuwun

    1. Salam,,, mangga,,,
      Guru guru kita para ustadz, para Kyai (yang Indonesia ini mayoritas) mengikuti Imam Syafi’i,, Imam Syafi’i adalah murid utama Imam Malik bin Anas. Imam Malik adalah murid para tabi’in semisal Sayid Qasim (cucu Abu Bakar) dan lain lain, Sayid Qasim ini dididik oleh para sahabat, dan para sahabat adalah murid Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *