Sholawat Jibril : Kisah Karomahnya dari Nabi Samuel

1 min read

Sholawat Jibril adalah salah satu sholawat paling pendek, namun sangat dianjurkan. Ini adalah salah satu penjelasan dan kisah kemuliaannya.

Bismillahir rahmaanir rahiim

صَلَّى اللهُ عَلٰى مُحَمَّدْ

Semoga Allah melimpahkan rahmat keagungan atas Nabi Muhammad

Itulah lafadz sholawat Jibril. Sangat pendek. Tetapi bukan berarti kurang bernilai dibandingkan sholawat yang panjang panjang. Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Barangsiapa membaca sholawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat/ kasih sayang Allah untuk dirinya, dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati-hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya (pembaca sholawat ini), kecuali orang yang menyimpan kemunafikan dalam hatinya”

Imam as-Sakhawi dari Majduddin Fairuz Zabadi, dengan menyandarkan sanadnya pada Imam asSamarqand, ia berkata, “Saya mendengar Nabi Khidir dan nabi Ilyas berkata : Kami mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak seorang pun yang membaca “Shollallahu ‘ala Muhammad, kecuali bahwa manusia akan mencintainya, walaupun sebenarnya mereka membencinya. Dan Demi Allah, cinta mereka itu tidak terwujud, kecuali karena Allah telah mencintainya”.

Al-Hafidz As-Sakhawi juga menukil sebuah hadits dengan sanad dari Imam as-Samarqandi, ia mendengar Nabi Khidir dan Nabi Ilyas berkata : Ada seorang Nabi dari kalangan Bani Israil yang bernama Nabi Samuel. Dia diberi kekuatan yang besar oleh Allah ta’ala untuk dapat mengalahkan musuh musushnya. Pada suatu hari ia berangkat menghadapi musuh-musuhnya yang berkata, “Orang ini (Nabi Samuel) adalah seorang penyihir. Ia datang mengelabui kita, mencerai beraikan pasukan kita. Maka mari kita ajak ia bertempur di pantai”.

Nabi Samuel memenuhi tantangan itu, beliau membawa serta 40 sahabat beliau menuju pantai. Sahabat –sahabat Nabi Samuel bertanya, “Apa yang harus kita lakukan” . Memang jumlah pasukan Nabi Samuel jauh lebih sedikit.

Dengan mantap Nabi Samuel berkata, “Maju, dan bacalah “Shallallahu ‘ala Muhammad

Mereka pun menuruti nasehat Nabi Samuel, maju dengan  membaca shalawat Jibril. Meski pada mulanya keadaan mereka kurang menguntungkan, tetapi kemudian berbalik sama sekali. Pasukan Nabi Samuel berhasil mendesak para penantang yang memusuhi Nabi, sehingga mereka terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak.

Apakah sholawat Jibril ini dibaca Shollallahu ‘ala Muhammad atau diberi tambahan Nabi (Shollallahu ‘ala Nabi Muhammad) ? baca keterangannya di : https://www.mqnaswa.com/ijazah-shalawat-jibril-dari-kiai-khalil-bisri-dan-kiai-ihya-ulumuddin/

Wallahu A’lam

Alhamdulillaahi robbil ‘alamin

Kertanegara, Sabtu Pahing, 6 Juli 2019 M / 3 Dzulqo’dah 1440 H

Wawan Setiawan

Sumber : Kitab Afdhalush Shalawat ‘Alaa Sayidis Saadaat karangan Syaikh Yusuf bin Isma’il An-Nabhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *