Saat Hari Kiamat Apakah Kekasih Ingat pada Kekasihnya ?

2 min read

Pengajian Kitab Tanbihul Ghafilin ke-29, Bab Kesusahan dan Ketakutan Hari Kiamat Bag. 1

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Berkata Al-Faqih dengan sanad dari Ibu ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata : Aku bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, apakah pada hari kiamat nanti, seorang kekasih akan ingat kepada kekasihnya (orang orang yang dicintainya) ?”

Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Jika ia sedang berada di tiga tempat, maka tidak. Ia sama sekali tidak ingat kepada kekasihnya. Pertama, ketika ia sedang berada di mizan. Timbangan perhitungan amal. Yang ia fikirkan hanya apakah amalnya akan berat atau ringan. Kedua, ketika pembagian lembaran catatan amal. Yang ia fikirkan hanya mengenai catatan amalnya sendiri, apakah akan diberikan dari arah kanan, atau dari arah kirinya.

Ketiga, ketika banyak leher leher keluar dari api neraka, lalu malaikat “menggulung” menenggelamkan mereka ke dalam neraka seraya berkata, “Aku telah mendapat mandat dari Allah. Aku adalah wakil dari Allah untuk 3 macam orang. Orang yang meminta kepada Tuhan yang lain selain Allah. Orang yang sombong, sok berkuasa lagi lagi suka membuat permusuhan, dan orang yang tidak percaya akan datangnya hari perhitungan. Maka malaikat melemparkan mereka ke dalam neraka jahanam”.

Sungguh di neraka jahanam itu ada titian yang lebih tipis dari rambut, tapi lebih tajam dari pisau. Bahkan di jahanam ada duri dan jebakan yang akan menggelincirkan. Manusia akan melewatinya. Ada yang melewatinya seperti kilat yang menyambar. Ada yang melewatinya seperti angin yang bertiup. Selamatlah orang-orang yang diselamatkan oleh Allah. Banyak juga yang terjungkal dan tersungkur wajahnya ke dalam neraka”

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda : “Masa antara tiupan sangkakala yang pertama dan kedua adalah 40 tahun. Kemudian Allah menurunkan air dari langit yang rupanya seperti mani nya laki laki, maka tumbuhlah manusia yang telah mati, seperti tumbuhnya sayuran”

Telah memberi kabar kepadaku (Al-Faqih Abu Laits AsSamarqand) dari sanad yang terpercaya dan sanad yang berbeda beda, kesemuanya bersumber dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda : “Ketika Allah telah selesai menciptakan langit dan bumi, maka Allah menciptakan terompet. Kemudian terompet itu diberikan kepada malaikat Israfil. Malaikat Israfil meletakkan terompet itu di mulutnya seraya matanya melihat Arsy, menunggu kapan ia akan diperintah untuk meniupnya.

Aku (Abu Hurairah) bertanya, “Ya Rasulullah apakah terompet itu ?”

Rasulullah menjawab, “Tanduk yang terbuat dari cahaya”

Aku bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bagaimanakah bentuknya?”

Rasulullah menjawab, “Lingkaran terompet itu sangat besar. Demi Dzat yang mengutusku menjadi seorang Nabi besar lingkaran terompet itu seperti luasnya bumi dan langit. Israfil akan meniupnya dengan tiga kali tiupan”.

Dalam riwayat yang lain, misalnya riwayat Ka’ab, terompet itu ditiup 2 kali, yakni tiupan pertama untuk kehancuran alam, dan tiupan kedua untuk kebangkitan. Sedangkan dalam riwayat Abu Hurairah ini, terompet ditiup tiga kali. Tiupan pertama adalah kegoncangan alam semesta. Tiupan kedua mematikan seluruh makhluk dan tiupan ketiga untuk kebangkitan.

Ketika Allah memerintahkan Israfil untuk meniup, maka dengan tiupan pertama itu, goncanglah seluruh alam ini beserta semua penghuninya. Inilah makna dari firman Allah :

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمٰوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللهُ

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. QS. An-Naml/27 : 87

Akibat dari tiupan yang pertama itu, bumi bergoncang dengan amat dahsyat sampai sampai ibu ibu yang sedang menyusui lupa kepada bayi yang disusuinya. Wanita yang sedang hamil pun mengalami keguguran.
Saat itu, manusia terlihat seperti orang yang mabuk sempoyongan tidak karuan. Padahal mereka sama sekali tidak mabuk, hanya saja adzab Allah yang sangat dahsyat. Saking dahsyatnya sampai sampai anak anak beruban rambutnya dan setan yang biasanya bebas hidup sesuka hati berlari sangat ketakutan.

Inilah makna dari firman Allah ta’ala : QS. Al-Hajj/22 : 1-2

يَاۤ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ. يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارٰى وَمَا هُمْ بِسُكَارٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيْدٌ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras.

Kemudian diamlah seluruh makhluk ini sampai pada waktu yang dikehendaki Allah ta’ala untuk tiupan yang kedua. Ketika Allah perintahkan kepada Israil untuk meniup kedua kalinya, mati lah seluruh penduduk langit dan bumi.
Semua penghuni langit dan bumi mati, kecuali makhluk yang dikehendaki Allah untuk tetap hidup. Ada beberapa pendapat tentang siapa yang saat itu masih hidup. Ada yang berpendapat mereka adalah arwah syuhada, ada yang berpendapat, makhluk yang masih hidup adalah malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Malakul maut (Izrail) Shalawatullah ta’ala ‘alaihim (rahmat keagungan dari Allah ta’ala semoga terlimpah atas mereka).

 

Wallahu A’lam

Alhamdulillahi robbil ‘alamin

 

Kertanegara, Naswa, Wawan Setiawan,

Ahad Wage, 15 Desember 2019 M / 18 Rabiul Akhir 1441 H

Jangan lupa, baca bagian sebelumnya “Awal Mula Siti Aisyah Mengetahui Adzab Kubur : https://www.mqnaswa.com/awal-mula-siti-aisyah-mengetahui-adzab-kubur/

Gambaran cepatnya hari kiamat : https://islam.nu.or.id/post/read/110257/gambaran-tentang-begitu-cepatnya-peristiwa-kiamat

One Reply to “Saat Hari Kiamat Apakah Kekasih Ingat pada Kekasihnya ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *