Rasulullah Mengisahkan Penyambutan Ruh Orang yang Beriman

1 min read

Pengajian Tanbihul Ghafilin Bagian Ke-21, BAB Dahsyatnya Siksa Kubur tentang Kisah penyambutan ruh orang yang beriman dari Rasulullah.

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Dari Barra bin ‘Azib[1], beliau berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mengiring jenazah lelaki Ansor. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam duduk, dan kami duduk mengelilingi beliau. Kami semua terdiam dan khusyu’ seolah olah ada burung bertengger di kepala kami.

Nabi memegang tingkat kayu di tangan beliau, beliau mengorek ngorek tanah dengan tongkat itu, kemudian beliau mengangakat kepala dan bersabda, “Mintalah perlindungan kalian semua kepada Allah dari adzab kubur”. Beliau mengatakan itu, dua atau tiga kali.

Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, ketika telah waktunya mengahadap ke negeri akhirat dan terputus dari dunia, turun kepadanya malaikat-malaikat yang putih wajahnya seperti matahari. Mereka membawa kafan dari syurga, dan kayu cendana yang diambil juga dari syurga. Mereka semua duduk sejauh pandangan mata. Kemudian datanglah malaikat maut, duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridoan-Nya”.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melanjutkan sabdanya, “Maka keluarlah jiwa orang itu, seperti keluarnya air yang menetes dari orang yang menuang air. Makam malaikat maut mengambilnya. Ia tidak memegangi ruh dengan tangannya, tapi meletakannya di kafan yang telah disiapkan. Maka keluarlah aroma harum, sangat harum, di atas permukaan bumi ini.

Kemudian naiklah para malaikat membawa ruh hamba itu. Setiap mereka melewati sekumpulan malaikat, para malaikat itu bertanya, “Ruh siapa yang demikian indah ini?”

Mereka menjawab, “Ini ruh fulan bin fulan”, namanya disebut dengan penuh kemuliaan.

Kemudian mereka sampai di langit dunia. Para malaikat yang membawa jiwa mukmin itu meminta agar pintunya dibuka. Maka malaikat penjaganya membukakan pintu untuk mereka. Menyambut jiwa mukmin itu dan ikut mengiringnya hingga langit berikutnya. Hingga sampailah malaikat pembawa ruh hamba itu di langit ke-tujuh.

Kemudian Allah ta’ala berfirman, “Tulislah/ letakanlah catatan amalnya di ‘Illiyyin. Kemudian kembaliakanlah ke bumi. Dari bumi Aku menciptakan mereka, dan ke dalam bumi Aku kembalikan mereka, kemudian dari bumi Aku akan membangkitkan mereka lagi”. Maka ruh itu dikembalikan ke jasadnya.

Kemudian datanglah kepadanya dua orang malaikat yang bertanya, “Siapa Tuhanmu?”

Ia menjawab, “Allah tuhanku”

“Apa agamamu?”

Ia menjawab, “Islam agamaku”

“Apa yang engkau ketahui tentang laki laki yang diutus kepadamu?”

Ia mejawab, “Ia adalah Rasulullah (utusan Allah)”

“Dari mana engkau mengetahuinya?”

Ia menjawab, “Aku membaca kitabullah, Al-Qur’an. Aku beriman dan membenarkannya”.

Kemudian terdengar suara yang berkata, “Benar apa yang dikatakan hambaKu. Hai malaikat, hamparkanlah untuknya permadani dari surga. Berilah ia pakaian dari surga. Bukakanlah untuknya pintu surga” Maka hamba itu bisa mencium aroma harumnya surga. Dan dilapangkanlah kuburnya sejauh pandangan mata.

Lalu datanglah seorang dengan wajah yang sangat indah, dengan aroma yang sangat wangi, ia berkata, “Bergembiralah, ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu”

Hamba itu berkata, “Siapa engkau?”

Orang berwajah indah itu menjawab, “Aku adalah amal saleh-mu”.

Hamba yang mukmin berkata, “Ya Allah, semoga Tuan jadikan kiamat saat ini juga, agar hamba bisa berkumpul bahagia dengan keluarga hamba”.

Wallahu A’lam

Alhamdulillaahi robbil ‘alamin

Catatan Pengajian PakNas di Musholla Ar-Raudlah MQ. Nasy’atul Wardiyah Bersama Ust. Hambali Ahmad

Kertanegara, Jum’at Wage, 15 Maret 2019 M / 8 Rajab 1440 H

Wawan Setiawan


[1] Sanad :  AlFaqih (Abu Laits Assamarqandi) dari Al-Kholil bin Ahmad dari Ibnu Mu’adz dari Husain Al-Marwazi dari Abu Mu’awiyah adl-dloriir dari A’masy dari Minhal dari ‘Amr dari Barra bin ‘Azib

2 Replies to “Rasulullah Mengisahkan Penyambutan Ruh Orang yang Beriman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *