Nabi Ayyub Malu Berdo’a kepada Allah

1 min read

Nabi Ayyub ketika diminta berdo’a kepada Allah

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Allah memiliki 124.000 Nabi dan Rasul. Di antara mereka ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib kita kenal namanya. Barangsiapa tidak mengenal mereka, maka ia menanggung dosa. Mereka adalah para kekasih Allah yang mengajak kepada jalan penghambaan dan pengabdian yang sebenar benarnya kepada Allah. Selain itu, keperibadian mereka menjadi suri tauladan yang abadi, sepanjang kehidupan dunia ini berjalan.

Salah satu di antara 25 Nabi yang wajib dikenali adalah Nabi Ayyub Alaihis Salam. Dalam dirinya berpadu lehuhur yang mulia. Dari jalur ayah, Nabi Ayub putra dar Anush, yang merupakan keturunan Nabi Ishaq bin Ibrahim. Sedangkan dari jalur ibu, ia adalah keturunan Nabi Luth ‘Alaihimus salam.

Semula ia tergolong Nabi yang kaya raya. Allah memberinya keturunan yang banyak dan kekayaan yang melimpah. Ia dianugerahi 7 orang putera dan 7 orang puteri. Ia memiliki bermacam macam hewan ternak, unta, sapi, kambing dan lain lain, semua ia punya. Ia bahkan memiliki 500 hektar lahan pertanian. Semua kekayaannya itu diurus oleh 500 pembantu. Dan seluruh kehidupan pembantunya ditanggung oleh nabi Ayub berserta isteri dan anak anak mereka. Ia sangat menyayangi anak yatim, orang-orang papa dan sangat memuliakan tamu.

Kemudian Allah memberinya cobaan. Pertama, semua anak-anaknya wafat. Kedua, Seluruh peternakan dan pertaniannya binasa dan hancur, bahkan cobaan ketiga yang tidak kalah berat, beliau sendiri menderita sakit berkepanjangan. 13 tahun lamanya. Sebuah cobaan yang dahsyat dan panjang.

Saking terkenalnya kisah cobaan sakit Nabi Ayub ini, sampai sampai, kita mendengar pujian / syair :

Sholli wasallim daa-iman ‘ala ahmada

Sholli wasallim daa-iman ‘ala ahmada

Wal aali wal ash-haabi man qod wahada

Sholli wasallim daa-iman ‘ala ahmada

Eman eman temen wong sakit ora sembahyang

Eman eman temen wong sakit ora sembahyang

Nabi Ayub sakit tapi tetep sembahyang

Eman eman temen wong sakit ora sembahyang

Pada suatu hari Isteri beliau, Sayidah Rahmah cucu Nabi Yusuf ‘Alaihis salam, yang masih setia menemani bertanya, “Bukankah engkau seorang Nabiyullah. Jika engkau meminta maka Allah pasti mengabulkan. Mengapa engkau tidak berdo’a agar diangkat segala kesulitan ini?”

Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam terdiam dan balik bertanya, “Sudah berapa lama kita menikmati masa masa kemudahan dan penuh kenikmatan?”

Isterinya menjawab, “80 tahun”

Nabi Ayyub berkata, “Aku malu kepada Allah ta’ala untuk berdo’a, padahal masa cobaanku belum lah selama masa kemakmuran dan kelapanganku”.

Akhirnya, beliau berdo’a dan meminta kasih sayang Allah ta’ala. Allah pun mengangakat semua penyakitnya, menghidupkan lagi anak-anak dan mengembalikan seluruh harta kekayaannya. Bahkan Allah melipatgandakannya.

Hal ini sebagaimana dalam firman Allah QS. Al-Anbiya’ / 21 : 83-84

وَأَيُّوْبَ إِذْ نَادٰى رَبَّهٗ أَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضٌرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعَابِدِيْنَ

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.

Demikian teladan Nabi Ayub ‘Alaihis Salam, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Wallahu A’lam

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

Kertanegara, Kamis Legi, 11 April 2019 M / 05 Sya’ban 1440 H

Wawan Setiawan

Azzamakhsyari, Tafsir Al-Kasysyaf, hlm. 684-685

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *