Manaqib Rasulullah : Barokah dan Tolak Bala

2 min read

Pujian kepada Allah dan Manaqib (keluhuran) Rasulullah

Pengajian ke-2 : Kitab Maraqil ‘ubudiyah (Cahaya Penghambaan kepada Allah) syarah Bidayatul Hidayah (Permulaan Hidayah Allah)

Syaikh al-Imam yang diikuti, al-‘alim al-‘allamah (orang yang istimewa kepandaiannya), hujjatul Islam[1], wabarokatul anam[2], Zainuddin[3], Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi[4], semoga Allah mensucikan ruhnya dan menerangi kuburnya. Amiin amiin, ya Allah, semoga Tuan berkenan mengabulkan. Beliau (Imam Ghazali) berkata :

Segala puji hanya milik Allah[5] dengan sebenar benarnya pujian[6]. Shalawat salam semoga terlimpah atas sebaik baik ciptaan Allah, Nabi Muhammad Rasulullah (utusan Allah) untuk seluruh makhluk-Nya, dan sekaligus hamba Allah yang memiliki manaqib (keluhuran keluhuran) sebagaimana dikatakan ulama dalam nadhom[7] :

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طـٰــــهٰ مُطْلَقًا أَبَدًا                          وَمَا تَثَائَبَ أَصْـــــــــــلًا فِى مَدَى الزَّمَنِ

مِنْهُ الدَّوَابُ فَلَمْ تَهْرَبْ وَمَا وَقَعَتْ                         ذُبَـــــابَةٌ أَبَدًا فِى جِسْمِهِ الْحَـــــــــــــسَنِ

بِخَلْفِهِ كَأَمَـــــــامٍ رُّأْيَةٌ ثَبَتَتْ                           وَلاَ يُرَى أَثْرُ بَــــــــوْلٍ مِنْهُ فِى عَلَنِ

وَقَـلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ                           وَلاَ يُرَى ظِلُّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـــطَنِ

كَتْفَاهُ قَدْ عَلَـــتَا قَوْمًا إِذَ جَـــلَسُوْا                             عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَاذَا بِمُحْتَــــــــتَنِ

هٰذِى الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أَمِنًا                   مِنْ شَرِّ نَـــــارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِنْ مِــــــحَنِ

Sayidina Tha Ha (Muhammad) tidak pernah ihtilam (mimpi keluar air mani),
pun beliau tidak pernah menguap sama sekali, sepanjang hayatnya.

Binatang binatang tidak akan lari dari beliau,
sedangkan lalat tidak akan singgah di tubuh beliau yang indah.

Beliau dilihat dari depan maupun belakang sama saja,
dan sama sekali tak terlihat bekas air seni-nya

Hatinya tak pernah tidur meskipun matanya terpejam,
dan tak terlihat bayangan tubunya meski di bawah matahari yang bercahaya

Pundak beliau selalu lebih tinggi dari kaumnya ketika mereka duduk,
saat dilahirkan telah dikhitankan karena kemuliaannya

Kekhususan kekhususan Rasulullah ini hafalkanlah dan bacalah,
insya Allah, akan menjadi aman dari api, pencuri maupun bala’[8]

Rahmat Allah dan kesentosaan juga semoga terlimpah atas keluarga beliau, para sahabat beliau.

[Nadhom ini biasa didawamkan para santri, sesuai dengan maknanya, maka dengan barokah nadhom ini, selain kita semakin mengenal dan mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Allah akan menjauhkan kita dari bala dan mushibah.]

Nadhom lam yahtalim (manaqib rasulullah pdf) dapat di download di : https://drive.google.com/file/d/1I7gXMHF08ibNrdc7MsZEOApb1_sdEKP0/view?usp=sharing

 

Baca pengajian sebelumnya (ke-1) di : https://www.mqnaswa.com/manaqib-rasulullah-barokah-tolak-bala/

Wallahu A’lam
Alhamdulillahi robbil ‘aalamin

Kertanegara, MQ. Naswa
Ahad Pon, 15 Maret 2020 M / 20 Rajab 1441 H
Wawan Setiawan

Keterangan :

[1] Hujjatul Islam adalah orang yang menguasai seluruh sunnah Nabi, kecuali sedikit saja. Al-Hafidz adalah orang yang menguasai 100.000 hadits Nabi. al-Hakim adalah orang yang menguasai 300.000 hadits. Menguasai maksudnya benar benar faham sanad, matan, rawi dan syarah (penjelasannya).

[2] Barakatul anam artinya berkah bagi seluruh manusia

[3] Zainuddin artinya hiasan agama.

[4] Beliau, Imam Ghazali, radhiyallahu ‘anhu dilahirkan di kampung Ghazalah (makanya dinamakan Imam Ghazali). Kampung Ghazalah berada di negeri Thus, Naisabur[4], (timur laut) Iran, pada tahun 450 H dan wafat waktu shubuh hari Senin 14 Jumadil Akhirah 505 H. Jadi beliau hidup di dunia ini dalam usia 55 tahun.

Tentang Naisabur, baca : https://islami.co/naisabur-kota-kelahiran-para-ulama-besar/

[5] “Segala puji” maksudnya seluruh puji pujian yang di-dzikir-kan (dilakukan) oleh malaikatul ‘arsy, al-kursiy, para penghuni seluruh tingkatan langit, dan semua pujian yang disebutkan olehpara Nabi sejak Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad ‘Alaihi wa ‘alaihimush sholaatu wassalaam, juga seluruh pujian dari para awliya’ (kekasih Allah), para ulama dan seluruh makhluk ciptaan Allah (Seluruh pujian dari semua yang disebutkan itu hanyalah milik Allah).

[6] “Sebenar-benarnya pujian” maksudnya secara ijmal (global) saja, adapun jika memuji Allah dengan sebenar-benarnya memuji secara tafshil (terperinci dalam setiap hal), maka tidak ada satupun makhluk yang bisa memuji Allah dengan sebenar-benarnya pujian.

[7] Nadhom ini menggunakan bahar Basith

[8] Makna nadhom lam yahtalim dalam bahasa Jawa :

Kanjeng Nabi ora pernah ihtilam lan uga
Kanjeng Nabi ora pernah angob selawase

Satoan ora mlayu yen ana kanjeng Nabi
ora bisa laler menclok ing kulite Nabi

Yen ndeleng ning gurie pada karo ngarepe
ora sisa lan ora katon bekas pipise

Najan mripate sare nanging ora atine
Najan awan nanging ra katon ayang ayange

Mun riungan pundake ngungkuli sahabate
Nalika lahir wis disunat sebab mulyane

Iki kaistimewaan apalna lan jaga
insya Allâh aman sing geni maling lan bala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *