Makna Bacaan dan Gerakan Shalat (3)

2 min read

Pengajian Kitab Lathaifuth Thaharah Bagian Ke-10 : Makna Bacaan dan Gerakan Shalat

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Baca artikel Makna Bacaan dan Gerakan Shalat sebelumnya di : https://www.mqnaswa.com/makna-bacaan-dan-gerakan-dalam-shalat-2/

  1. Ruku

Kemudian ruku’lah kamu dengan merendahkan diri dan merasa takut kepada Allah. Merasalah bahwa semua makhluk itu ruku’ tunduk di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sangat takutnya mereka kepada Allah. Munculkan perasaan betapa Maha Agungnya Tuanmu Allah ta’ala dan betapa hinanya dirimu. Seraya mengucap :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهٖ

Maha Suci Tuhan hamba yang Maha Agung dan Maha Terpuji

Artinya, jadikanlah tasbihmu itu untuk sungguh sungguh mensucikan Allah, sehingga kamu merasa malu, hina dan penuh kekurangan ketika kamu berbicara dengan Tuhanmu yang Maha Agung. Merasalah kamu saat itu, sesungguhnya kamu sedang berada di hadapan Allah ta’ala, Tuanmu yang Maha Agung, yang memandangmu memerhatikan setiap tingkah polah / gerak gerikmu.

 

  1. I’tidal

Kemudian bangkitlah kamu untuk I’tidal seraya mengucap :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهٗ

Sungguh Allah telah mendengar, menerima dan memberi ganjaran kepada orang-orang yang memujiNya

Kemudian ucapkan :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Ya Allah, Engkau majikan (Tuan) hamba. Engkaulah Tuhan yang hamba sembah. Segala sifat kesempurnaan dan segala kebaikan hanya milik Tuan.

مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Pujian yang memenuhi tujuh lapis langit, memenuhi tujuh lapis bumi, dan memenuhi segala sesuatu yang tuan kehendaki setelah langit bumi, yakni ‘arsy dan kursi.

Artinya, merasalah kamu bahwa sesungguhnya isi seluruh langit bumi, arsy dan kursi itu semuanya adalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kemudian disunnahkan membaca :

يَاۤ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ

Wahai Dzat Pemilik pujian dan keluhuran, tidak ada keluhuran kemuliaan kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebutan yang paling benar untuk kami di hadapan Tuan adalah “hamba sahaya”. Tuanlah yang menjadikan semua lahir batin hamba, gerak dan diam hamba, semuanya karena titah Tuan.

Kemudian ucapkan :

لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ

Tidak ada seorangpun yang mampu mencegah, segala yang (memang) Engkau berikan untuk hamba. Sebaliknya, tidak ada seorang pun yang mampu memberi, apapun yang memang Engkau cegah / halangi dari hamba.

وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Tidak ada manfaat sedikitpun orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan dunia di hadapan kekuasaan Tuan.

 

  1. Qunut

Disunnahkan membaca do’a Qunut pada i’tidal kedua shalat shubuh. Lafadznya adalah :

أَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ،

Ya Allah semoga Tuan memberi hidayah kepada hamba, agar hamba termasuk golongan orang-orang yang telah engkau beri hidayah. Muga muga Tuan mengampuni hamba, bersama orang-orang yang telah Tuan ampuni.

وَتَوَلَّنيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ،

Semoga Tuan mengasihi hamba bersama orang-rang yang Tuan kasihi. Semoga Tuan beri keberkahan dalam segala yang telah Tuan berikan pada hamba.

وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضٰى عَلَيْكَ،

Semoga Tuan melindungi hamba dari keburukan perkara yang telah Tuan tetapkan. Yakni, semoga Tuan melindungi hamba, jangan sampai hamba kufur dan maksiat sampai hamba mati. Karena Tuan lah Dzat yang memberi ketetapan, dan tidak berlaku ketetapan apapun atas Tuan.

وَإِنَّهٗ لَا يَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ،

Sesungguhnya, tidak akan pernah hina, orang yang Tuan kasihi. Sebaliknya, tidak pernah mulia, orang yang Tuan musuhi.

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلٰى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ،

Maha Agung dan Berkah Tuan, Wahai Dzat yang menciptakan dan memelihara kami yang Maha Luhur. Segala puji pujian hanya milik tuan semata atas segala yang telah tuan tetapkan. Segala ketetapan Tuan itu semuanya baik dan benar. Tuan berhak membuat kufur dan maksiat. Tuan pun berhak membuat orang iman dan taat. Hamba mohon ampun pada Tuan dan bertaubat kepada pada Tuan. Yakni, semoga Tuan memberi kami taufik untuk mau bertaubat.

وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نِالنَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلٰى أٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ

Semoga Allah menambah nambah rahmat atas Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang menjadi Nabi, yang tidak bisa menulis dan membaca tulisan. Juga semoga rahmat tetap terlimpah atas keluarga Nabi dan sahabat Nabi. Juga semoga Allah mencurahkan salam kesejahteraan (keselamatan) atas Nabi.

Kemudian sujudlah kamu,,,

 

Wallahu A’lam,

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

Kertanegara, Ahad Legi, 8 September 2019 M / 8 Muharram 1441 H

Wawan Setiawan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *