Kisah Si Pendengki yang Sangat Aneh

1 min read

Kisah Si Pendengki kali ini benar benar aneh, simak kisahnya berikut ini.

Bismillahir rahmaanir rahiim

Jika dengki sudah melanda, maka segala cara apa pun dilakukan. Asalkan satu. Orang yang kita dengki tidak mendapat kenikmatan. Biar kita sengsara sekali pun, asalkan orang itu ikut menderita, kita jadi senang. Begitu lah dasar sifat dengki. Inilah kisah si pendengki yang rela melakukan apa saja :

Ada seorang lelaki miskin yang sangat dengki kepada saudara sepupunya yang kaya. Ia begitu dengki hingga merencanakan suatu hal yang buruk.

“Aku ada perlu denganmu” katanya kepada tetangganya yang sama sama miskin

“Ada apa” kata tetangganya itu

“Kalau kah bersedia menyembelihku, di halaman rumah sepupuku, kau akan kuberi uang”

“Aku tak mau melakukan perbuatan itu meskipun aku sangat membutuhkan uang” ujar si miskin yang jadi tetangganya

Baca Juga kisah kedengkian yang mencelakai pemiliknya di : https://www.mqnaswa.com/dengki-1-kisah-kedengkian-yang-mencelakai-pemiliknya/

Beberapa hari kemudian kehidupan si miskin menjadi semakin sulit. Ia akhirnya menerima tawaran tetangganya si pendengki. Malam hari yang gelap dan sunyi mereka berdua lalu pergi ke rumah saudara sepupu laki laki itu. Sesampainya di sana, mereka mencari tempat yang tersembunyi di sekitar halaman. Kemudian di situlah si miskin menyembelih si pendengki.

Tujuan pembuhunah itu tentu saja agar masyarakat menuduh bahwa saudara sepupunya yang kaya telah dengan kejam membunuh saudaranya yang miskin, sehingga hakim kemudian akan menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Jadi kedua duanya sama sama mati. Dia yang miskin lepas dari kemiskinannya. Saudaranya yang kaya juga akan mati juga, kehilangan semua kekayaannya. Itu adalah keadaan yang menyenangkan bagi si  pendengki.

Benar saja. Keesokan paginya berkembang berita sesosok tubuh yang mati dengan cara mengenaskan di rumah orang kaya. Dan yang santer terdengar adalah “Si Fulan terbunuh di rumah sepupunya sendiri”. Berita seperti ini akan berkembang sangat cepat di masyarakat.

Pejabat pemerintah daerah itu datang dan akhirnya menjatuhkan tuduhan kepada pemilik rumah, karena beberapa alasan. Seperti golok yang ditemukan, hubungan dia dan sepupunya dan lain lain. Setelah dibawa ke hadapan hakim untuk disidangkan, akhirnya hakim memutuskan bahwa si kaya harus dihukum mati. Hakim juga mengumumkan tempat dan waktu pelaksanaannya.

Si miskin yang membunuh pendengki itu pada dasarnya bukan orang jahat, ia menyesali perbuatannya. “Saudara sepupu yang kaya itu akan dihukum mati, padahal dia tidak bersalah. Aku lah yang bersalah. Aku yang membunuh si pendengki itu. Aku tidak boleh diam. Aku tidak ingin ada dua orang yang mati karena ulahku”

Karena masyarakat telah berkumpul untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman mati si miskin itu berkata kepada para petugas. “Sabarlah, jangan kalian bunuh sebelum aku selesai bertemu dengan pimpinan kalian”

Ia lalu menemui pejabat pemerintah daerah itu dan mengaku, “Akulah yang membunuh lelaki miskin itu. Dia sendiri yang minta dibunuh dengan member aku imbalan uang. Hal itu dilakukan karena dia sangat dengki dengan saudara sepupunya. Waktu itu aku sangat membutuhkan uang, jadi kuterima tawarannya”.

Pimpinan daerah kemudian memerintahkan “Lepaskan lelaki itu. Jangan dihukum mati. Dan kau juga boleh pergi. Aku tidak akan menghukummu. Karena kau telah berani mengakui kesalahanmu padahal bisa saja kau dihukum mati karena telah membunuh. Tapi tidak ada hukuman yang akan menimpamu, karena si pendengki itu sebenarnya terbunuh oleh kedengkiannya sendiri”.

Kisah Raja yang bijaksana : https://www.mqnaswa.com/kisah-raja-harun-ar-rasyid-memuliakan-guru/

Wallahu A’lam.

Alhamdu lillahi robbil ‘alamin

Kertanegara, Sabtu Wage, 23 Februari 2019 M / 18 Jumadil Akhir 1440 H (Repost)

Wawan Setiawan

Sumber : Tuhfatul Asyraf

2 Replies to “Kisah Si Pendengki yang Sangat Aneh”

  1. Kisah ini mengerikan. Walaupun pesan nya bagus, namun sedikit banyak bisa disimpulkam penulisnya adalah seseorang dengan imajinasi yang amat liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *