Dialog Allah dan HambaNya ketika Membaca AlFatihah

2 min read

AlFatihah adalah surat yang wajib dibaca didalam shalat. Inilah sebagian dari penjelasan alasannya.

Bismillaahir rahmaanir rahiim

AlFatihah artinya pembuka. Pembuka segala kebaikan di dunia dan akhirat. Maka segala sesuatu biasa dimulai/ dibuka dengan AlFatihah. Minimal ayat satu dari surat Fatihah, yakni Basmalah. Maka tidak heran, shalat sebagai ibadah mahdloh paling utama pun, dimulai dengan membaca Fatihah.

Baca tentang keutamaan Basmalah di : https://www.mqnaswa.com/wirid-basmalah-syaikh-abdul-qodir-al-jailani/

Shalat adalah munajat hamba kepada Allah, dan Fatihah adalah bentuk munajat yang paling agung. Inilah mengapa Fatihah menjadi surat yang wajib dibaca di dalam shalat. Tidak sah shalat tanpa membaca Al-Fatihah, karena Fatihah adalah inti munajat hamba kepada Tuannya.

Ternyata, ketika kita membaca surat Al-Fatihah, terjadi dialog antara kita sebagai hamba dengan Allah, Dzat yang kita sembah. Setiap si hamba membaca satu ayat, Allah menjawab ucapan hambaNya.

Baca tentang makna bacaan dan gerakan dalam shalat dari Kyai Shaleh Darat di : https://www.mqnaswa.com/makna-bacaan-dan-gerakan-dalam-shalat-2/

Diriwayatkan dari Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib, sesungguhnya Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Aku membagi Fatihah menjadi 2 bagian. Setengah bagian untukKu, setengah bagian untuk hambaKu. Apa yang diminta hambaKu akan kuperkenankan. Apabila hambaku membaca :

بِسْـمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.

Hamba memulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Kasih Sayang

Aku menjawab : “Hambaku, engkau memulai pekerjaanmu dengan menyebut namaKu, maka Aku akan sempurnakan pekerjaanmu (meski banyak kekurangan) dan memberkahinya (menambah nambah kebaikan darinya)”.

 

Ketika hambaKu mengucapkan :

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.

Segala puji hanya milikMu wahai Allah, Dzat yang menciptakan dan memelihara seluruh alam semesta ini. Tuan lah yang menciptakan hamba dan segala yang hamba butuhkan duniawiah dan ukhrowiyah

Aku menjawab : “HambaKu, engkau mengakui bahwa seluruh nikmat yang engkau rasakan bersumber dariKu. Engkau menyadari bahwa terhindarnya dirima dari keburukan semata karena kekuasaan pemeliharaanKu. Aku persaksikan pada kalian hai Malaikat, aku akan anugerahkan padanya nikmat nikmat di akhirat setelah kenikmatan dunia. Dan akan kuhindarkan ia dari malapetaka dunia dan akhirat”.

 

Ketika hambaKu mengucapkan :

اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.

Tuan mencipta dan memelihara semesta alam ini, Tuan mencipta hamba dan segala apa saja, semata karena sifat Kasih SayangMu yang tidak terbatas

Aku menjawab : “Aku diakui oleh hambaKu  sebagai pemberi rahmat dan sumber segala rahmat. Kupersaksikan pada kalian, hai malaikatKu,  akan Kucurahkan rahmatKu kepadanya, sampai sempurna, dan akan Kuperbanyak anugerahku untuknya”.

 

Ketika hambaKu mengucapkan :

مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ.

“(Namun, segala kenikmatan dalam kehidupan dunia ini sering membuat kami lalai, sehingga kami hanya sedikit beribadah. Kami pun terjerumus dalam maksiat dan dosa. Ampunilah kami, (karena) Tuanlah yang Merajai Hari Pembalasan

Aku menyambutnya dengan berfirman : “Hambaku mengakui Akulah Raja yang menguasai hari Pembalasan, hari Perhitungan dan Penentuan. Saksikanlah, Aku akan permudah baginya hisab / perhitungan amalnya dan Kuampuni dosa dosanya”

 

Ketika hambaKu mengucap :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

“Hanya kepada Tuan kami menyembah”

Aku menjawab : “Betul yang engkau ucapkan. Hanya Aku yang engkau sembah. Saksikanlah wahai malaikat, ia akan kuberi ganjaran atas pengabdiannya. Kuberi dia ganjaran sehingga orang yang berbeda dengannya dalam ibadah menjadi iri kepadanya, sebab agungnya ganjaran itu”

 

Ketika hambaKu mengucap :

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ.

“Hanya kepada Tuan kami mohon pertolongan”

Aku menjawab : “KepadaKu hambaKu mohon pertolongan dan perlindungan. Kupersaksiksan pada kalian wahai para malaikat,  pasti Kubantu ia dalam segala urusannnya. Akan Kutolong dia dalam kesulitannya. Akan kubimbing dia dalam saat saat krisisnya.

 

Ketika hambaKu mengucap :

إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَّـاۤلِّيْنَ

“Tolong tuntun kami meniti jalan yang lurus. Jalan Sayidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat dari para Nabi, Shidiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Bukan jalan orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalan orang yang tersesat”

Aku menjawab : “Inilah permintaan hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang menjadi permintaannya. Telah Kuperkenankan permohonannya, Kuberi harapannya, kutentramkan jiwanya dari segala yang mengkhawatirkan”.

Semoga kita bisa menghayati bacaan AlFatihah ini di dalam sholat khususnya, dan umumnya dalam setiap kita membacanya. Amiin,,,

 

Wallahu A’lam

Alhamdulillaahi robbil ‘alamin

Kertanegara, Selasa Pon, 10 September 2019 M / 10 Muharram 1441 H

Wawan Setiawan

3 Replies to “Dialog Allah dan HambaNya ketika Membaca AlFatihah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *