Amalan Rajab dari Kiai Shaleh Darat

3 min read

Amalan selama bulan Rajab dari Kyai Shaleh Darat sekaligus fadhilahnya

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab termasuk dalam 4 bulan yang dikhususkan dalam firman Allah ta’ala : (QS. At-Taubah/9 : 36)

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فَيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dimuliakan.

4 bulan yang dimuliakan dalam ayat tersebut, menurut mayoritas ulama adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ulama menjelaskan ibarat moment spesial, pasti setiap pemilik produk akan memberikan bonus kepada para pembelinya. Apalagi Allah ta’ala, yang kita mengenalnya sebagai Maha Dermawan, dalam bulan bulan yang khusus tersebut Allah memberikan bonus yang istimewa, bagi hamba-hambaNya yang mau.

Tidak heran jika para ulama berlomba lomba menggali amalan amalan yang mulia untuk mengisi bulan yang mulia ini. Di antaranya, Kiai Shaleh Darat, maha guru ulama ulama nusantara. Beliau memberikan amalan yang dapat kita lakukan untuk mengisi bulan yang agung ini.

Sebagaimana dalam Kitab Lathaifuth Thaharah Wa Asrarush Shalat, beliau menulis :

Amalan pertama : Tasbih

Bersabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, “Barangsiapa yang di bulan Rajab pada 10 hari pertama membaca :  

سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ  (Subhânal Hayyil Qoyyûm) atau

  سُبْحَانَ اللهِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ (Subhânallâhil Hayyil Qoyyûm) sebanyak 100 kali setiap hari.

Pada 10 hari kedua membaca :

 سُبْحَانَ الْأَحَدِ الصَّمَدِ (Subhânal Ahadish Shomad) atau

  سُبْحَانَ اللهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ  (Subhânallâhil Ahadish Shomad) sebanyak 100 kali setiap hari.

Pada 10 hari ketiga membaca سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ (Subhânar Ro-ûf( atau

 سُبْحَانَ  اللهِ الرَّءُوْفِ  (Subhânallâhir Ro-ûf( juga 100 kali setiap hari.[1]

Siapa saja yang membaca seperti demikian itu, maka tidak ada makhluk yang bisa menyifati (menghitung) ganjaran (pahala/kebaikan) orang tersebut.

Amalan Kedua : Puasa

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda, “Rajab adalah bulannya Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ, Sya’bân adalah bulanku dan Ramadlan adalah bulannya umatku. Barangsiapa berpuasa 1 hari di bulan Rajab karena menaati mencari keridloan Allâh saja, tanpa mengharapkan sesuatu pun (selain keridloan Allâh), maka dia pasti mendapatkan keridloan Allâh yang agung dan ditempatkan di syurga Firdaus yang tinggi.

Barangsiapa berpuasa 2 hari, maka dia akan mendapatkan ganjaran berlipat-lipat dari jumlah gunung-gunung yang ada di dunia. Barangsiapa berpuasa 3 hari, maka Allâh menjadikan penghalang sejauh setahun perjalanan antara dirinya dan neraka. Barangsiapa berpuasa 4 hari, maka diberikan keselamatan dari bala, penyakit Junûn, Judzâm, Barosh dan selamat dari fitnah Dajjal.

Barangsiapa berpuasa 5 hari, maka selamat dari siksa kubur. Barangsiapa berpuasa 6 hari, maka dia akan dikeluarkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya seperti purnama tanggal 14.

Barang siapa puasa 7 hari, maka ditutup baginya 7 pintu neraka. Barangsiapa berpuasa 8 hari, maka dibuka baginya 8 pintu syurga. Barangsiapa berpuasa 9 hari, maka dibangkitkan dari kubur dalam keadaan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan terus masuk ke dalam syurga.

Barang siapa berpuasa 10 hari, maka Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ menciptakan alas untuk setiap langkahnya melintasi shirâthal mustaqîm. Barangsiapa berpuasa 11 hari, maka tidak ada yang mengungguli kebaikannya kecuali oleh orang yang sama-sama menjalankan puasa tersebut. Barangsiapa berpuasa 12 hari, maka kelak mendapatkan 2 macam “pengaku”. Satu “pengaku” saja lebih baik dari seluruh dunia seisinya. Ilâ âkhiril hadîts.

Amalan Ketiga : Istighfar

Sesungguhnya membaca istighfar pagi dan sore hari di bulan Rajab sebanyak 70 kali menghalangi dirinya dari api neraka.

Bersabda Sayidinâ Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, “Barang siapa membaca selama bulan Rajab, Sya’bân dan Ramadlan pada waktu antara dhuhur dan ashar :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ. أَلَّذِيْ لَۤاإِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.  تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهٖ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا وَمَوْتًا وَلَا حَيَاتًا وَلَا نُشُوْرًا.

Maka Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ memerintahkan kepada kedua malaikat (pencatat amal) agar menghilangkan catatan jelek orang tersebut.

Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ berfirman dalam setiap malam di bulan Rajab, “Rajab adalah bulan-Ku, dan (kalian) hamba-hamba adalah hamba-Ku, rahmat itu adalah (sifat utama)-Ku, dan anugerah itu ada dalam kuasa-Ku, Aku mengampuni orang-orang yang meminta ampun kepada-Ku di bulan ini, dan aku memberi (permintaan) orang-orang yang meminta pada-Ku”.

Disebutkan dalam hadits, “Barangsiapa berpuasa pada hari ke-27 di bulan Rajab, kemudian bersedakah pada hari itu, maka Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ menulis untuknya 1000 kebaikan, dan memerdekakan 1000 budak.

Amalan Keempat : Malam Jum’at Pertama

Bersabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, “Jangan sampai kalian semua luput dari hari Jum’at pada permulaan bulan Rajab, Malam (Jum’at pada permulaan bulan Rajab) ini dinamai oleh para malaikat dengan Lailatu Raghâib. Ketika sampai sepertiga malamnya, maka tidak tertinggal satu pun, seluruh malaikat dari tujuh langit dan tujuh bumi berkumpul di sekeliling ka’bah. Allâh melihat mereka semua seraya berfirman, “Hai malaikat-Ku semuanya, memohonlah kalian semua, Aku akan penuhi”.

Malaikat menghatur kepada Allâh seraya berkata, “Yaa Robbanâ, hajat kami kepada Tuan adalah, ampunilah orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab ini”.

Maka Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ berfirman, “Ya, (mereka) sudah Aku ampuni semuanya”.

Bersabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, “Barangsiapa berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan niat untuk mencari keridloan Allâh dan karena cinta kepada Allâh saja, tidak karena mengharapkan apa pun, maka masuklah orang tersebut ke dalam syurga. Barangsiapa membahagiakan orang mu’min dalam bulan Rajab, maka Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ memberinya istana di syurga seluas pandangan mata.

Wallahu A’lam

Alhamdulillaahi robbil ‘alamin

Kertanegara, Rabu Kliwon, 6 Maret 2019 M / 29 Jumadil Akhir 1440 H

Wawan Setiawan

Sumber : Kitab Lathâifuth Thahârah wa Asrôrush Sholât, halaman 83-88, karangan Mbah Sholeh Darat Semarang.


[1] Dalam Teks Kitab Lathaifuth Thaharah wa Asrarush Shalat, bacaan tasbihnya adalah sebagai berikut :

  • Sepuluh hari pertama  سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ  (tanpa lafadzul Jalalah)
  • Sepuluh hari kedua سُبْحَانَ اللهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ  (dengan lafdzul Jalalah)
  • Sepuluh hari ketiga سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ (tanpa lafadzul Jalalah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *