4 Macam Asma Allah dan Rahasia Hitungan Nama Muhammad

5 min read

Pengajian Ke-1 Kitab Sullamul Munajat syarah Safinatush Sholat

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Segala puji hanya milik Allah yang telah membuka ilham-Nya dan telah memberikan taufik kepada kita untuk mentauhidkan serta menaati-Nya. Hamba “bersyahadat”, bersaksi (meyakini), tidak ada Tuhan yang hak untuk disembah kecuali hanya Allah saja. Hamba “bersyahadat” dengan syahadat yang mengantarkan pada tercapainya harapan-harapan. Hamba pun bersaksi (meyakini) sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Ia adalah sebaik baiknya manusia yang mendapat limpahan kemuliaan tertinggi dari Allah (yakni dijaga dan dijauhkan dari durhaka. Maksiat kepada Allah) dan kemuliaan itu pun luber kepada orang-orang yang khusus dari umat beliau.

Semoga rahmat keagungan dari Allah ta’ala dan salam/ kesentosaan atas pimpinan kita (Sayidina) Muhammad . Ia adalah penghulu orang-orang yang berbakti. Tercurah pula rahmat dan salam itu kepada keluarga beliau yang suci, dan orang-orang yang dipilih Allah untuk menjadi sahabat beliau ﷺ. Semoga shalawat dan salam itu selamanya dan terus menerus terlimpah atas mereka semua, tiada berhenti setiap detiknya, sampai datangnya waktu sowan (menghadap) Allah, Maha Raja yang Maha Perkasa.

Amma Ba’du

Berkata Al-Faqir, orang yang rendah, ceroboh lagi penuh kekurangan, Muhammad Nawawi bin Umar al-bantani (dari daerah Banten, Jawa, Nusantara) asy-Syafi’i (pengikut madzhab Imam Syafi’i), semoga Allah memberinya ilmu yang bermanfaat dan adab yang mulia.

Ini adalah syarah (penjelasan) dari sebuah risalah yang bernama Safinatush Sholah karya Syaikh al-‘allamah ash- Shalih (guru yang sangat ‘alim dan shaleh) Sayid ‘Abdullah bin ‘Umar bin Yahya al-Hadrami (berasal dari Hadramaut, Yaman), semoga Allah mensucikan ruh beliau, menerangi kubur beliau dan menempatkan beliau di syurga tertinggi.

Aku memohon kepada Allah agar menjadikan kitab syarah (penjelasan) ini bermanfaat, dan Allah menyempurnakan luasnya kedermawanan dan kemuliaan Allah pada ku. Semoga Allah, dengan anugerah-Nya, tidak “menuntut” ku atas kecerobohan dan kekuaranganku dalam kitab ini, karena sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Luhur lagi Maha Pengampun.

Aku namakan kitab syarah ini dengan nama “Sullamul Munajat” (Tangga-tangga Munajat kepada Allah).

Al-Mushonnif (penulis kitab Safinatush Sholat, yakni Sayid ‘Abdullah bin ‘Umar) berkata :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut asma Allah yang Maha Rahman dan Rahim

Baca artikel dan kisah-kisah Basmalah yang luar biasa di :

Wirid Basmalah dari Mbah Sholeh Darat dan Syaikh Abdul Qodir al-Jailani : https://www.mqnaswa.com/wirid-basmalah-syaikh-abdul-qodir-al-jailani/

Kisah kisah menarik tentang Basmalah di : https://www.mqnaswa.com/syamail-muhammadiyah-1/

Makna setiap huruf Basmalah : https://www.mqnaswa.com/makna-huruf-huruf-basmalah/

Juga penjabaran makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sekaligus do’anya di : https://www.mqnaswa.com/seri-asma-ul-husna-dan-doanya-ya-rahman-ya-rahim/

 

Kembali pada makna “dengan menyebut asma Allah yang maha Rahman dan Rahim”

 

4 Macam Asma Allah

Ketahuilah, menurut pendapat yang shahih (benar), sesungguhnya asma (nama-nama) Allah ta’ala itu harus ditetapkan melalui nash (Qur’an dan Hadits) maupun ijma. Menurut pendapat para ulama, asma (nama-nama) Allah itu ada 4 macam :

  1. Asma-udz Dzat (nama Dzat). Nama Dzat adalah Nama yang menujukkan Dzat Allah. Misalnya asma “Allah” dan “Malik/ Raja”.
  1. Asma-ush Shifat (nama Sifat). Nama sifat adalah asma (nama-nama) Allah yang menujuk pada sifat sifat Allah seperti “al-‘Alim (Maha Mengetahui)”, “al-Qadir (Maka Kuasa” dan nama-nama yang menujukkan sifat-sifat Allah lainnya.
  1. Asmaut Tanzih (nama Pensucian). Asma Tanzih adalah nama-nama yang menujukkan kesucian Allah dari segala kekurangan seperti “as-Salam”, “al-Quddus” ((keduanya bermakna suci dari cela dan cacat)), “ad-Daim : Maha Langgeng” dan “ash-Shadiq : Maha Benar ucapan-Nya”.
  1. Asmaul af’al (nama Perbuatan).  Asma af’al adalah nama-nama yang menujukkan perbuatan Allah (mewujudkan sesuatu selain-Nya), misalnya “al-Khaliq : maha Mencipta”, “al-Mushowwir : Maha memberi rupa/ bentuk”, “ar-Rozaq : Maha memberi rizki” dan nama-nama lain yang menunjukkan suatu perbuatan.

أَلْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Segala puji hanya milik Allah robbul ‘alamin

Robbul artinya Dzat yang memiliki, ‘alamin artinya seluruh makhluk, baik dari jenis manusia, jin, malaikat, hewan-hewan, dan selainnya. Semuanya (yang selain Allah itu) disebut ‘alam.

Makna hamdalah ini sangat sangat luas dan tidak terjangkau, penjelasannya silakan baca di : https://www.mqnaswa.com/alhamdulillah-tahukah-seberapa-luas-cakupannya/

 

Rahasia Hitungan Nama Muhammad (1)

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Rahmat (kasih sayang) dan keagungan dari Allah, serta kesentosaan, semoga terlimpah atas Sayidina Muhammad

Sebagian ulama mengambil istinbath (berijtihad menemukan hukum/ hikmah atau rahasia) dari nama Muhammad ini. Dari nama Muhammad ini menggambarkan / menunjukkan jumlah dari para Rasul jika dihitung dengan “jumal kabir[1] – tadl’if[2] – basth[3]

 

“مُحَمَّدْ”

Dalam nama Muhammad (jika dibentangkan) ada 3 huruf “Mim”. Karena huruf mim yang bertasydid itu adalah dua huruf mim yang digabungkan. Jadi nama Muhammad terdiri dari lima huruf = Mim, Ha, Mim, Mim, Dal.

Kemudian, jika tiap huruf dibentangkan maka :

“م” jika dibentangkan menjadi  “ميم”

jika dihitung dengan “jumal kabir” maka  م =  40  ي = 10    م = 40 = Jumlah 90

“ح” jika dibentangkan menjadi  “حاء”

jika dihitung dengan “jumal kabir” maka  ح =  8  ا = 1    ء = 1 (Alif dan Hamzah itu sama) = Jumlah 10

“م” sama dengan huruf pertama = jumlah 90

“م” sama dengan huruf pertama dan ketiga = jumlah 90

“د” jika dibentangkan menjadi  “دال”

jika dihitung dengan “jumal kabir” maka  د =  4  ا = 1    ل = 30 = Jumlah 35

Jika dijumlahkan (tadl’if) semuanya : 90 + 10 + 90 + 90 + 35 = 315. Ini adalah jumlah keseluruhan para Rasul (Nabi sekaligus Rasul).[4]

Jika bentangan huruf “Ha” dihilangkan hamzahnya (yakni hanya “حا”), nilai hamzah adalah 1 (satu), maka jumlahnya 315 – 1 = 314. Jumlah menunjukkan jumlah dari “Jaisyuth Thalut : Pasukan Thalut” yakni Thalut danorang-orang yang sabar bersama “Thalut” melewati ujian berat hingga menang melawan pasukan Jalut. Kisah Thalut ini dapat dibaca di QS. Al-Baqarah/2 : 247 – 249.

Jika bentangan huruf “Ha” dihilangkan alifnya (yakni hanya “ح”), nilai alif juga 1 (satu), maka jumlahnya menjadi 313. Jumlah ini menunjukkan jumlah ahlil Badar, yakni sahabat Nabi yang mengikuti perang Badar. [5]

 

Rahasia Hitungan Nama Muhammad (2)

Sebagian ulama pun beristinbath, nama Muhammad ini menunjukkan jumlah Anbiya (para Nabi secara keseluruhan, baik yang sekaligus menjadi Rasul maupun yang tidak). Yakni dengan perhitungan “Jumal Shoghir[6], tidak dijumlah (tadl’if), dan tidak dibetangkan (basth)”.

 

“مُحَمَّدْ”

Jika tidak dibentangkan, maka nama Muhamad hanya terdiri dari 4 huruf : Mim, Ha, Mim, Dal.

“م” = 4

“ح” = 8

“م” = 4

“د” = 4

Jumlah = 20.

Jumlah ini dikalikan dengan 20 jadi 20 X 20 = 400 [7]

Kemudian dikalikan dengan “uqudul mursalin (jumlah para Nabi dan Rasul)” yang berjumlah 310. Jadi 400 X 310 = 124.000.[8]

Jumlah ini menunjukkan jumlah seluruh anbiya’ (para Nabi, baik yang hanya menjadi Nabi maupun sekaligus menjadi Rasul). Jumlah ini pun merupakan jumlah seluruh shahabat Rasulullah ﷺ, juga jumlah seluruh awliya’ (para wali) di setiap zaman.

Ada pula yang mengatakan jumlah ini sekaligus jumlah rambut jenggot Rasulullah ﷺ. Jumlah ini pun menunjukkan jumlah seluruh papan dari perahu Nuh ‘Alaihis salam yang setiap papannya ditulis Nama “Muhammad”, dengan “pena kekuasaan Allah”. Ditambah 4 papan yang ditulis nama khulafaur rasyidin.

Adapun Jumlah 310 (uqudul mursalin) adalah angka yang mengisyaratkan “paling sempurnanya para hamba Allah” yakni para Nabi yang sekaligus menjadi Rasul.

Bukankah di atas dikatakan jumlah Nabi sekaligus Rasul ada 315 ?

Pendapat ini mengatakan Jumlah 315 itu terdiri dari 310 orang yang mendapatkan derajat tertinggi (yakni Nabi dan Rasul). Adapun yang 5 adalah menunjukkan orang-orang yang diberi anugerah derajat tertinggi (di bawah para Nabi), yakni 4 orang khulafaur Rasyidin (Abu bakar, Umar, Utsman dan Ali) ditambah Sayidina Hasan putera Sayidah Fathimah/ Sayidina Ali. [9]

وَعَلَى اَلِهِ

Dan semoga rahmat salam dari Allah itu juga terlimpah atas keluarga Nabi

Siapa keluarga Nabi ?

Yakni orang yang mengikuti Nabi meskipun dia masih berbuat maksiat (durhaka).

 

وَأَصْحَابِه

Juga atas para shahabat Nabi

Siapakah sahabat Nabi ?

Yakni orang yang berjumpa dengan Nabi setelah Nubuwah (setelah beliau diangkat menjadi Nabi), kemudian kepada Nabi, masih menjumpai Nabi dalam keadaan hidup di dunia meskipun sebentar, meskipun belum tamyiz (masih anak-anak).

Oleh karena itulah para ulama memasukan Muhammad putera Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam jajaran para sahabat Nabi, karena Muhammad bin Abu Bakar ini dilahirkan 3 bulan lebih beberapa hari sebelum wafatnya Nabi ﷺ. Jadi saat Nabi wafat, Muhammad bin Abu Bakar masih bayi belum genap 4 bulan.

 

أَجْمَعِيْن

Ya Allah, limpahkanlah shalat salam itu pada semua keluarga dan sahabat Nabi .

 

Wallahu A’lam
Alhamdulillahi robbil ‘aalamin

Kertanegara, MQ. Naswa
Rabu Wage, 11 Maret 2020 M / 16 Rajab 1441 H
Wawan Setiawan

 

Catatan dan Penjelasan :

[1] Jumal kabir = salah satu metode perhitungan abjad Arab yang dikonversi menjadi angka sebagai berikut :

[2] Tadl-‘if = Dijumlahkan

[3] Basth = “di bentangkan” misalnya huruf “م”   itu dibentangkan menjadi “ميم” , huruf “ع” dibentangkan menjadi “عين”.

[4] Orang yang mendapatkan wahyu itu ada 2 Macam :

  1. Nabi : yaitu orang yang mendapatkan wahyu dari Allah ta’ala, untuk dirinya sendiri (tidak diperintah untuk menyampaikan kepada umat).
  2. Nabi sekaligus Rasul : yaitu orang yang mendapatkan wahyu dari Allah ta’ala, sekaligus diperintah untuk menyampaikan kepada umat.

[5] Mengapa huruf “Ha” saja yang “bentangannya bisa dikurangi ?”, karena Huruf mim dan Dal memang tidak bisa dikurangi seperti halnya bentangan huruf Ha. “Miim : ميم” dan “Dal : دال”, jika diambil huruf belakangnya akan “rusak” / berubah maknanya.

[6] Jumal Shoghir = salah satu metode perhitungan abjad Arab yang dikonversi menjadi angka sebagai berikut :

[7] Mengapa dikalikan 20 ? Dari mana angka 20 ini ?

Maksudnya 1 kali nama مُحَمَّدْ  “jika dikonversi mendapat angka” 20

2 kali مُحَمَّدْ مُحَمَّدْ  “jika dikonversi mendapat angka” 20

5 kali مُحَمَّدْ مُحَمَّدْ مُحَمَّدْ مُحَمَّدْ مُحَمَّدْ  “jika dikonversi mendapat angka” 100 dan seterusnya

Nah, untuk menemukan rahasia nama Muhammad yang kedua ini ternyata setelah nama مُحَمَّدْ diulang sebanyak 20 kali = 400. Kemudian dikalikan uqudul mursalin. Dijelaskan pada bagian berikutnya.

 

[8] Jadi Jumlah keseluruhan Nabi ada : 124.000 orang.

Di antara jumlah tersebut, Nabi yang sekaligus Rasul ada : 315 orang (atau pendapat yang lain 310 orang)

Di antara jumlah tersebut, Nabi / Rasul yang wajib kita ketahui dan hafal namanya ada : 25 orang.

 

[9] Mengapa Hasan bin Fathimah dimasukkan ?

Karena Sayidina Hasan bin Ali pun pernah menjabat sebagai Khalifah menggantikan khalifah ke-4 (yakni Sayidina Ali bin Abi Thalih, ayahandanya sendiri). Meskipun, beliau hanya menjabat sangat sebentar kemudian menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah agar terjadi perdamaian bagi kaum muslimin.

Hal ini pun membuktikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa kekhalifahan akan berlangsung selama 30 tahun, yakni :

Sayidina Abu Bakar Ash- Shiddiq, memerintah selama 2 tahun, 6 bulan.

Sayidina Umar bin Khathab, memerintah selama 10 tahun.

Sayidina Utsman bin Affan, memerintah selama 12 tahun

Sayidin Ali bin Abi Thalib, memerintah selama 5 tahun

Jumlah : 29 tahun 6 bulan

Hasan bin Ali/ Fathimah, memerintah selama 6    bulan

Jumlah : 30 tahun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *